Talumepa Pimpin Rapat Desk Pilkada Kabupaten Boltim

0
295

Penulis: Sunadio Djubair

Tutuyan – Rapat Desk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dipimpin langsung Penjabat Sementara (PjS) Bupati Christiano E. Talumepa, S.H., M.Si., yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 kantor Bupati Boltim, Kamis (19/11/2020).

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sonny Warokka yang juga Ketua desk Pilkada Boltim dalam rapat berlangsung menyampaikan beberapa hal antara lain, bahwa Pilkada itu dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 dan tahapan sudah berproses.

“Dalam pelaksanaan nanti yang harus diterapkan adalah protokol kesehatan penanganan Covid-19. Kemudian ada surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri-red) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan-red) berkaitan dengan netralitas ASN dan aparatur pemerintah dalam pelaksanaan nantinya,” terang Warokka.

Di tempat yang sama, Pjs Bupati menyampaikan, puji syukur karena apa yang disampaikan Sekda selaku ketua, sudah berjalan atau berproses terkait tugas desk pilkada. Yang pasti bahwa ada empat tugas sebagaimana yang telah tertuang dalam
Keputusan Desk Pilkada.

“Yang pertama melakukan pemantauan terhadap tahapan pelaksanaan pilkada sampai pada hari H 9 Desember. Pilkada ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tugas ini memang berat karena tim harus berada pada tahapan pelaksanaan dalam melakukan proses pemantauan. Ini dilakukan sesuai Tupoksi masing masing terutama camat di garda terdepan,” ujar Kadis Kominfo Provinsi ini.

Dikatakan Talumepa, tugas ke-dua adalah melakukan inventarisasi terhadap potensi hal-hal apa yang menjadi sumber agar tidak jadi masalah ataupun ada permasalahan yang sudah terjadi.

“Setelah itu harus melakukan antisipasi ada hal yang bisa jadi menimbulkan masalah contoh, tahapan kampanye masih terjadi pengumpulan masa yang tidak mengikuti protokol penanganan Covid-19 dan yang telah diamanatkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang di breakdown Maklumat Kapolri,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini masih terjadi konvoi yang begitu panjang akibat pengerahan massa. Kendala memang desk pilkada punya keterbatasan dalam penegakan aturan, karena keterbatasan personil.

“Setiap hari harus dilakukan evaluasi terhadap temuan yang terjadi di lapangan kemudian, memformulasi alternatif penyelesaian persoalan yang sudah terjadi,” ucapnya.

Talumepa berharap, tugas tim adalah melaporkan ke Gubernur, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) secara berjenjang, melakukan koordinasi melalui sinergitas tugas tim.

“Oleh karena itu, saya sangat berharap di bawah kendali sekda agar dapat mendrive tim dengan baik. Terutama para camat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar dapat mengkoordinir dan menggunakan potensi sumber daya sangadi dan aparat desa,” tutur Talumepa.

Ia menegaskan, Camat harus melaporkan kepada Sekda selaku ketua tim terhadap hasil pantauan di lapangan, jangan sampai camat tidak mengetahui siapa ketua tim desk pilkada.

“Artinya bahwa kita harus saling mengetahui, Siadigiba siapa yang mengerjakan, apa yang di kerjakan, di mana dikerjakan dan bila mana itu di kerjakan atau berapa banyak yang dilaksanakan. Dari Siadigiba ini kemudian dipetakan peran dan fungsi masing masing dalam desk pilkada ini,” pungkasnya.

Diketahui, pada rapat desk pilkada berlangsung, turut dihadiri unsur Pemerintah Daerah (Pemda) serta dari TNI dan Polri. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here