Swara Parangpuan Bersama Akademisi Sulut Desak Pengesahan RUU P-KS

0
257

Penulis: Kalfein Wuisan

Manado – Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) mendapatkan perhatian serius dari para akademisi di Sulawesi Utara (Sulut). Mereka menyatakan dukungan dan desakan supaya RUU P-KS segera disahkan. Hal ini digaungkan dalam diskusi yang diprakarsai oleh Swara Parangpuan di Swiss-Belhotel, Manado, Rabu (27/8).

Pelaksana Direktur Eksekutif Swara Parangpuan, Vivi George, menyampaikan bahwa lembaganya terus mengawal pengesahan RUU P-KS. Upaya ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2020. Menurutnya, RUU P-KS sudah masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas namun tidak pernah ada pembahasan. Sehingga, Swara Parangpuan bersama para akademisi di Sulut secara khusus mencermati RUU tersebut dalam diskusi.

“Tujuan kegiatan ini memang untuk mendapatkan pemahaman terkait urgensi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual dari sudut pandang akademisi. Selain itu, agar mendapatkan masukkan dari akademisi untuk memperkaya substansi RUU P-KS,” tutur Vivi.

Hadir dalam kegiatan ini para akademisi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Universitas Negeri Manado (Unima), Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Universitas De Le Salle Manado, dan peneliti dari Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (PUKKAT). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here