Swadaya Tata Situs di Minawanua, Sumampouw Apresiasi Komunitas Budaya yang Terlibat

0
1535

Oleh: Josua Wajong

Tondano – Salah satu situs cagar budaya yang berada di Minawanua Tondano, Kabupaten Minahasa, ditata oleh sejumlah komunitas dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Aksi peduli para tou (orang) Minahasa itu diapresiasi berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Minahasa, Joel Sumampouw.

“Saya sangat mengapresiasi upaya penyelamatan Watu Penimbe, situs bersejarah yang ada di Minawanua Tondano. Upaya dan kepedulian dari seluruh yang terlibat dalam pengerjaan di situs ini sangat luar biasa,” kata Sumampow.

Joel Sumampouw

Ketua Masyarakat Adat Makatana Minahasa, Pakasaan Minahasa ini mengaku, proses pemugaran tersebut dikerjakan secara swadaya.

“Semua kita kerjakan secara swadaya, saling mapalus menyiapkan bahan, memberi tenaga, bahkan makanan dan minuman di lokasi situs. Kecintaan dan kepedulian akan warisan leluhur, menjadi semangat bagi kawan-kawan. Makanya, hujan dan panas tidak mengurungkan niat yang tulus,” ungkap Sumampouw, yang terlihat terlibat langsung memimpin anggota Makatana Minahasa dan Divisi Saruntawaya selama beberapa hari melakukan pekerjaan tersebut.

Menurutnya, kerja-kerja budaya, termasuk usaha penyelematan situs sejarah sesungguhnya merupakan tanggung jawab seluruh orang Minahasa.

“Di balik semua yang kita lakukan, ada spirit dan makna yang mendalam bagi orang Minahasa, khususnya yang ada di Tondano. Ini memang menjadi tugas bersama kita tou Minahasa untuk terus menjaga dan melestarikan situs ini,” tuturnya.

Sumampouw pun mengajak seluruh orang Minahasa, untuk bersama-sama saling bergandengan tangan, memelihara dan menjaga situs-situs sejarah sarat makna, bukti peradaban tou Minahasa.

“Begitu juga dengan semua situs yang ada di tanah Minahasa, marilah kita rawat dengan baik, karena itu adalah penanda peradaban orang Minahasa yang menjadi identitas dan jati diri kita sebagai tou Minahasa,” pintanya.

Diketahui, organisasi dan komunitas adat yang terlibat dalam aksi ini, ada Makatana Minahasa bersama Divisi Saruntawaya, komunitas-komunitas yang berjejaring di Mawale Movement, Sekolah Adat Pawowasan Toudano, Waraney Umbanua, Tou Muung Wuaya, Institut Kumatau, Waraney Wuaya, Sanggar Seni Budaya Manguni Fatek Unima dan beberapa pemerhati budaya. (Son)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini