Sehan Landjar Dianugerahi Gelar “Tule Molantud”

0
461
Foto: Bupati Sehan Salim Landjar, S.H saat dianugerahi sebagai Tule Molantud atau Bintang Tertinggi.

Penulis: Sunadio Djubair

Tutuyan – Bertempat di Rumah Dinas, Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Senin (20/7/2020), Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar, S.H dianugerahi gelar adat “Tule Molantud” (Bintang Tertinggi) oleh lembaga adat dari 4 etnis yang berada di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Yusri Damopolii, mengatakan acara pemberian gelar adat ini adalah merupakan tradisi yang melibatkan lembaga adat dalam masyarakat dengan menggunakan aturan dan tatacara yang diakui menurut nilai-nilai budaya yang telah lama dikembangkan menurut adat istiadat sejak nenek moyang dahulu kala.

Lanjut Kadis, salah satu upaca adat yang dilaksanakan adalah sistem aktivitas atau rangkaian dan tindakan yang ditatap oleh adat atau hukum yang berlaku dalam masyarakat dan tidak menyimpang dari nilai nilai norma agama, dan berbagai macam etnis dan peristiwa yang bisa terjadi dalam masyarakat, yang bersangkutan. Dalam hal pemberian gelar adat merupakan tradisi atau kebiasaan yang telah menjadi turun temurun pada setiap kepala daerah atau tokoh, pimpinan yang memenuhi standar untuk diberikan gelar adat.

“Gelar adat di Bolaang Mongondow Raya adalah merupakan kebiasaan yang berdasarkan kriteria yang akan diberlakukan kepada setiap figur yang dianggap memenuhi syarat. Kriteria yang dimaksud adalah Mokodotol, Mokorakup, Mokolingtak Bo Mokoanga kon Totabuan,” terang Damopolii.

Pemberian gelar adat di kabupaten Bolaang Mongondow Timur lanjutnya, berdasarkan empat kriteria yang berlaku itu dan telah nyata terlihat oleh para pimpinan lembaga adat atau empat etnis yang berada di Bolaang Mongondow Raya, “Bahwa Bupati Bolaang mongondow Timur dianggap mampu dan layak untuk mendapatkan gelar adat. Kita ketahui bersama bahwa telah mampu, nokodotol, nokorakup, nokolintak, bo nokoanga kon totabuan pomukaan,” tuturnya.

Diketahui, pemberian gelar adat ini berdasarkan surat keputusan bersama Dewan Adat Kaidipang, Bintauna, Bolango dan Bolaang Mongondow Nomor 004 Tahun 2020 tentang Pemberian Gelar Adat serta Berita Acara Kesepakatan Bersama empat etnis se Bolaang Mongondow Raya Nomor 002 Tahun 2020 tentang Penanda Tanganan Kesepakatan Bersama Pemberian gelar adat.

Dewan Adat Kaidipang, Iqbal Datunsolamg, mengatakan, maksud dan tujuan penganugerahan gelar adat di kabupaten Bolaang Mogondow Timur kepada Sehan Salim Landjar, SH bertujuan untuk menggali potensi potensi budaya yang ada di Bolaang Mogondow Raya sebagai mana yang telah diamanatkan oleh leluhur, para raja di empat eks swapraja di bumi Totabuan serta untuk menjalin silaturahmi keempat etnis yang ada di Bolaang Mogondow  Raya, “Karena kita hanya terpisah secara adminitrasi tetapi tidak terpisah dari Buta, in Totabuan,” kata Datunsolang.

Pemangku adat dari empat etnis menilai bahwa Sehan Landjar sangat diharapkan sebagai tokoh pemersatu, panutan Bolaang Mongondow Raya.

“Sehan Landjar kita ketahui bersama selama ini tidak saja menjadi tokoh Bolaang Mogondow Timur atau Bolmong Raya, tetapi sudah menjadi tokoh regional bahkan tokoh nasional,” ungkap Iqbal Datunsolang.

“Pemberian gelar ada dua sitem pertama ketika dilantik sebagai bupati di beri gelar Ki Sinungkudan artinya Pimpinan Tertinggi, dan dalam perjalanan kepemimpinan Sehan Landjar ada keberhasilan sehingga diberikan geler Tule Molantud artinya Bintang Tertinggi,”  terangnya.

Sementara itu, Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar, S.H dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya atas pemberian kehormatan dalam bentuk penganugerahan gelar adat tertinggi.  “Atas kesepakatan dari keempat pemangku adat dari empat etnis yang ada di Bolaang  Mongondow Pinonobatuan, saya sadar dan paham bahwa pemberian gelar kepada saya ini bukan sesuatu yang mudah, namun atas dukungan dari bapak ibu dan atas rahmat dari Allah SWT insyaAllah saya mampu mengemban amanat ini. Terimakasih pula kepada masyarakat Bolaang Mogondow pada umumnya dan Bolaang Mongondow Timur khususnya atas bantuan dan partisipasinya untuk membangun daerah kita tercinta Bolaang Mongondow Pinonobatuan,” ungkap Landar.

Hadir pada acara tersebut, wakil bupati Drs. Rusdi Gumalangit, ketua DPRD Fuad Landja SH, Kapolres Boltim AKBP. Irham Khalid, SIK, Perwira Penghubung Mayor Inf. Supardi, ketua Pengadilan Agama Boltim, seluruh pejabat tinggi pratama, kabag, camat dan sangadi, kepala sekolah se Boltim, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here