Saat Hati Bertutur, Oma Ros: Kita Tetap Amalia

0
322

Penulis: Matt Rey Kartorejo

Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.” Kata-kata ini kerap disebut-sebut Rosalina Kembau. Wanita 78 tahun asal Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini mengaku, tak akan berpindah ke lain hati dalam menentukan arah dukungannya di pesta demokrasi kali ini.

Ditegaskan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boltim tanggal 9 Desember nanti, ia tetap pada pendiriannya.

“Biar dong mo buju deng apa, tetap kita pe pilihan cuma pa Amalia,” tutur Rosalina.

Ketika hati bertutur, logika pun tidak mampu berkata. Sering terbersit di benak Rosalina, jika dirinya memilih calon bupati lain, ia merasa telah mengkhianati orang yang paling ia banggakan.

“Kita nimau mo ba hianat, karena apa? Karena orang yang kita sayang dan banggakan ada ba calon. Makanya kita tetap iko kita pe hati. Kita tetap mo pilih pa Amalia,” ungkap Rosalina.

Panas matahari di Kotabunan Selatan begitu menyengat. Terlihat banyak orang yang memanfaatkan pohon-pohon rindang di depan jalan untuk berlindung dari teriknya mentari. Di sekeliling terdengar suara-suara kecil dari warga yang lagi  menikmati es cendol. Rosalina dengan penampilan seadanya terus menceritakan tentang kebaikan Amalia.

“Pernah di suatu hari Amalia datang ka rumah pa kita. Sedikit berbincang  kemudian Ama pamit pulang. Ia kemudian memberikan sejumlah uang tapi saya tidak minta,” kata Rosalina.

Rosalina mengaku ia bukan tertarik dengan apa yang Amalia berikan, tapi kehadiran Amalia di rumahnya, adalah kebanggaan tersendiri bagi perempuan lanjut usia ini.

“Amalia seperti Bapaknya Sehan Landjar. Tidak pilih-pilih orang. Ia suka membantu masyarakat. Apalagi kami dari masyarakat biasa. Ia sangat suka membantu,” tutur wanita yang akrab disapa Oma Ros ini.

Banyak yang datang menemui Oma Ros di rumahnya pada momen pilkada ini. Dan ia kenal siapa yang menemuinya itu. Mulai dari teman, bahkan ada juga  saudara. Nada-nada bujukan sering didendangkan untuk merebut hati Oma Ros, tapi ia tak mudah dirayu. Pilihannya hanya satu dan tetap nomor satu yaitu Amalia Ramadhan Landjar.

“Biar teman atau sudara yang mo datang pa kita kong mo suruh ba pilih calon lain, kita nimau. Kita tetap mo pilih pa Ama. Baru-baru ada yang datang pa kita mo minta kita pe KTP. Kita nimau kase kita pe KTP, karna kita cuma mo pilih pa Ama, biar dorang mo kurang hati,” ujar Oma Ros dengan logat kental Manado.

Ada nada harap mengalun. Mudah-mudahan usai pesta demokrasi 9 Desember 2020 nanti, semua  warga Boltim tetap bersaudara, tetap memelihara kekeluargaan, dan tetap menjalin silaturahmi seperti sedia kala. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here