Perjalanan Karir Hamdi Egam di Kabupaten Boltim

0
525
Foto: Drs. Hamdi Egem

Penulis: Matt Rey Kartorejo

Tutuyan – Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 Wita, namun cuaca di Tutuyan, ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup bersahabat. Kamis, 4 Juni 2020, kru TotabuanExpress.co.id, menyambangi Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Boltim dengan maksud mewawancarainya.

Sesampai di ruangan Kadis Kominfo, kami mengucap salam dan langsung masuk. Hamdi Egam, Sang Kreator Kominfo tampak sedang mengambil air wudu. Usai berwudu, ia mengatakan akan salat dulu sebelum kami bercakap.

Kami pun keluar dari ruangan dan berbincang-bincang dengan teman-teman seprofesi. Usai berdiskusi tentang isu yang akan dijadikan berita, kami melihat jam sudah menunjukkan pukul 13.00 Wita. Bergegas kami kembali beranjak ke ruangan Kadis Kominfo Boltim yang baru didefinitifkan itu.

Alat perekam dipersiapkan untuk mewawancarai. Percakapan ringan mengawali perjumpaan itu, kemudian perlahan-lahan pertanyaan mulai dilayangkan. Dio Jubair, mengambil gambar dari sisi kiri, sementara yang lain mengambil dokumentasi dari arah kanan. Aku pun mulai mewawancarai pimpinan Dinas Kominfo itu.

Perjalanan Karir Hamdi Egam di Kabupaten Boltim

Februari 2011, pria bernama lengkap Drs. Moh. Hamdi Egam, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Boltim. Kurang lebih tiga tahun, ia pindah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dengan jabatan yang sama, Sekretaris Dinas.

Sejak berpindah di lembaga teknis daerah bidang perencanaan dan pembangunan daerah itu, ia sempat menduduki kursi pimpinan sebagai Pelaksana Harian (Plh).

“Sebab Pak Sony Waroka, yang Sekda (Sekretaris Daerah) sekarang, dia kan kepala di Bappeda dan beliau ikut Pim II (Diklat Kepemimpinan Tingkat II). Nah, saya pelaksana harian. Cuman 6 bulan di Bappeda, ditarik lagi ke PU (Dinas Peerjaan Umum) sebagai Sek (Sekretaris). Di PU saya bertahan sekitar satu tahun lebih,” tutur Egam.

Pria kelahiran Motoboy Besar, 16 Juni 1964 ini menceritakan, di penghujung tahun 2014, ia ditarik lagi di Bagian Ekonomi. “Waktu itu masih ada Pjs, sempat ada roling juga waktu itu saya pindah di Bappeda bagian prasarana pada bulan Oktober 2015 selama 2 bulan, dan pada 4 Januari 2016 dipindahkan lagi sebagai Kabag Humas Setda Boltim,” ujar penunggang DB 22 N ini.

Pria yang mempunyai basic taknik ini menuturkan, waktu menjabat sebagai Kabag Humas, itu hanya berlangsung selama satu tahun kemudian ia dipindahkan lagi ke Dinas Kominfo sebagai Sekretaris definitif selama satu tahun.

Tahun 2018, ia menggantikan Kadis Kominfo sebabagai Pelaksana Tugas (Plt). Pada waktu itu dijabat oleh Setiono, yang hengkang ke Dinas Pertanian. Selama 2 tahun 6 bulan, Hamdi Egam memimpin Dinas Kominfo, akhirnya ia didefinitifkan.

Tidak Mau Jadi Guru

Lingkungan 3, RT 5, Jalan T.G. Manoppo, Desa Motoboy Besar, di situlah alamat rumah Moh. Hamdi Egam. Meski tinggal di Kotamobagu, ia menjalani pendidikan di Kota Manado. Ia menempuh bangku kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Manado jurusan Teknik Sipil/Bangunan.

Semenjak kuliah, ia tidak menginginkan menjadi seorang guru. Setelah lulus perguruan tinggi, Hamdi Egam bekerja di Sinar Lestari, perusahaan di Kota Gorontalo yang bergerak di bidang kontraktor. Ia ingat betul, itu tahun 1994.

Selama enam bulan di Gorontalo, kesehatannya terganggu sehingga ia terpaksa harus pulang ke kampung halamannya. Meski ia tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang guru, namun Hamdi mencoba ikut pengangkatan pada tahun 1995, dan ternyata ia lulus.

“Saya sebenarnya tidak mau jadi guru. Tahun 95, coba-coba ikut pengangkatan, ternyata saya lulus,” kata bapak dua anak ini.

Suka Duka Hamdi Egam Saat Mengabdi di Boltim

Pengabdian Hamdi Egam di Timur Totabuan sebagai abdi negara ternyata banyak suka duka yang ia lalui. Diceritakan, waktu menjadi Plh. Kepala Dinas di Dinas PU, ada beberapa bidang yang kosong sehingga ia tangani semuanya.

“Plh itukan Kadis merangkap Sekretaris. Pas ada kunjungan gubernur, bangunan auditorium sudah lubang-lubang dan itu disuruh perbaiki kepada kami (PU). Jalan-jalan yang kurang bagus disuruh timbun, baru ada pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), baru ada hearing DPR, kong kita pe bidang samua itu. Itu yang saya rasa berat,” ungkap Egam.

“Ada eselon II yang sudah istirahat jam 12 siang, saya tidak. Saya berjalan terus. Tapi meskipun berat, saya tetap semangat karena saya memang mantan konsultan,” sambung mantan guru Sekolah Teknik Menengah (STM) ini.

Hal yang ia rasakan itu, menurut Egam sudah lumrah sebab saat menjadi seorang guru di STM, tantangan seperti itu sudah sering ia lakoni.

“Waktu masih mengajar sebagai guru teknik gambar dan kontruiksi, setelah keluar sekolah, saya langsung melaksanakan tugas sebagai konsultan perencana dan pengawas pembangunan dan rehab bangunan gedung sekolah yang tersebar di Daerah Bolmong Raya waktu itu,” tukasnya.

“Pada masa itu, kami ditunjuk oleh kementrian pendidikan nasional, penentuan paket-paket pekerjaan diterima di Jakarta dan laporan juga disampaikan langsung ke kementrian. Sehingga selama 8 tahun, dari tahun 2002 sampai dengan 2010 sebelum pindah di Boltim, saya sudah biasa kerja fool/lembur sebagai pengajar sekaligus tenaga konsultan,” kata Egam.

Berterima Kasih ke Bupati Sehan, Egam Tegaskan Komitmen Berinovasi

Setelah sekian waktu mengemban tugas dari Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, S.H., sebagai Plt. Kepala Dinas Kominfo, Drs. Muh. Hamdi Egam, akhirnya didefinitifkan, pada Rabu (3/5/2020). Momen itu tersaji dalam acara pelantikan 12 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lantai 3 Kantor Bupati Boltim.

Sebagai pucuk pimpinan Dinas Kominfo Boltim, Egam mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sehan Landjar yang mempercayakannya memimpin dinas tersebut.

“Pertama, tentu ucapan syukur dan banyak terima kasih saya kepada Pak Bupati Sehan Landjar, selaku user yang masih mempercayakan saya untuk memimpin Diskominfo sebagai pejabat definitif, setelah selama dua tahun enam bulan sebagai pelaksana tugas,” ucap Egam.

Terkait dengan perkembangan komunikasi dan informasi di Boltim, ia mengatakan, ke depan akan menyesuaikan dan terus berinovasi.

“Ke depan tentu tantangan makin besar karena bidang komunikasi dan informasi atau IT sangat dinamis perkembangannya, sehingga kita dituntut untuk dapat menyesuaikan atau berinovasi terkait teknologi yang dapat diadopsi untuk kepentingan peningkatan pelayanan publik. Apa terlebih sekarang ini setiap daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota, sudah harus menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE),” ungkapnya.

“Sesuai amanat Perpres 95 Tahun 2018, dimana semua kementerian dan lembaga K/L wajib melaksanakan pelayan berbasis aplikasi seperti e-Planning, e-Budgeting, e-Lapor, e-Absensi, pelayanan perizinan (SOS) dan ada banyak lagi aplikasi lainya. Jadi intinya, saya sebagai penanggung jawab atau leading sector di bidang IT, harus cermat melihat skala prioritas dengan ketersediaan anggaran Pemda yang terbatas. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini,” papar Egam.

Menurutnya, Dinas Kominfo Boltim ke depan tetap mengikuti dan mengadopsi kemajuan teknologi di bidang IT sesuai dengan anggaran yang tersedia. Diketahui, meski keterbatasan anggaran, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) besutan Hamdi Egam itu telah menghadirkan jaringan wifi di 7 kecamatan.

Tahun 2018, di bawah pimpinannya, Dinas Kominfo telah menghadirkan wifi di 7 kecamatan dan desa, terutama daerah blank spot seperti Desa Matabulu, Jikobelanga, Bukaka, Nuangan dan 5 kecamatan. Kemudian menyediakan media center dan wifi di kantor Kominfo yang diperuntukkan bagi masyarakat, pelajar dan insan pers.

Sebagai pimpinan di Dinas Kominfo, Egam akan menyediakan fasilitas internet antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Direncanakan juga untuk penyediaan server, jaringan intranet antar SKPD, peningkatan website subdomain dan lain-lain, yang kesemuanya sudah tertuang pada RPJMD dan Renstra Diskominfo,” terang pria yang sangat suka dengan warna biru dongker ini. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here