Masyarakat Adat Kritisi Oknum Pembongkaran Situs Budaya Wulu’ud Pakuure

0
1458

Penulis: Josua Wajong

Amurang –  Masyarakat adat Minahasa, kembali diterpa persoalan. Kali ini datang dari Minahasa bagian Selatan, tepatnya di Desa Pakuure, Kecamatan Tenga.

Teranyar, beredar vidieo yang memperlihatkan sejumlah masyarakat, Camat Tenga, serta aprat kepolisian, mapun TNI, sementara merusak situs budaya tempat masyarakat melakukan upacara adat.

Reaksi kritis pun meletup dari masyarakat adat. Aksi itu dinilai telah melanggar undang-undang serta memicu perpecahan.

Seperti yang disampaikan Andre Lengkong. Ia mengakatakan, “Dorang selaku orang Minahasa dan aparat negara, seharusnya tidak boleh arogan seperti itu. Apalagi membawa salah satu agama di kalimat video tersebut. Bisa menjadi sebuah pemicu bentrokan antar agama itu dengan para pelaku budaya.”

“Kebudayaan, tradisi dan situs budaya, itu ada undang-undang perlindungan. Ada aturan yang melindungi kebebasan untuk menjalankan atau memeluk suatu kepercayaan budaya. Dan juga ada undang-undang perlindungan situs budaya kalau itu yang mereka bongkar adalah situs budaya,” lanjutnya.

Diakuinya aksi itu melecehkan para pegiat budaya di Minahasa.

“Saya sebagai pegiat budaya Minahasa, menilai ini adalah pelecehan terhadap budaya Minahasa. Kalau pun ini sesat, cari orangnya, bukan bertindak anarkis pada tempat dan benda-benda pertanda peradaban Minahasa,” ungkap Lengkong saat diwawancarai, Sabtu (28/3/2021).

Sehingga ia mendesak, para pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatan tersebut.

“Saya mendesak dan mengritik dengan tegas pihak-pihak yang terlibat, entah dia oknum pemerintah atau aparat dan siapa pun itu, apalagi kalian orang Minahasa. Untuk bertanggung jawab atas perbuatan tersebut sebab ini tindakan pelecehan terhadap Minahasa secara utuh,” tutupnya. (Son)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini