Kasus Pengancaman Oknum Pengajar di STIE Elfatah Manado Berujung Damai

0
238

Penulis : Raiza Makaliwuge

Seteleh kurang lebih enam bulan berjalan, akhirnya kasus pengancaman oknum dosen di STIE Elfatah Manado, berakhir damai di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (18/01/2024) yang lalu.

Diketahui kasus tersebut diselesaikan dengan upaya hukum restorative justice yang diupayakan oleh tim kuasa hukum tersangka Darwis Saselah, yang beranggotakan empat orang yaitu, Yafli A. Tawas, S.H., M.H., Michael Tuerah, S.H., Alihurdin Patiali, S.H., Hitler Hitler Willyam Rompas, S.H.

Yafli A. Tawas, sebagai salah satu tim kuasa hukum mengatakan, tim bersama kliennya sebelum melakukan upaya restorative justice di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut), juga sudah melakukan permohonan sampai Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang bertujuan akan digelar perkara khusus gar kasus tersebut dapat dipelajari kembali, sehingga juga bisa mendapatkan perdamaian antar kedua pihak.

“Namun upaya tersebut belum berhasil, dikarekan penyidik pada kasus tersebut sudah melakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan,” jelasnya.

Upaya untuk mendapatkan perdamaian tak berhenti sampai di situ. Tim kuasa hukum meminta kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum), Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Kejaksaan Negeri Manado, untuk menggelar restorative justice di tingkat kejaksaan.

Akhirnya perjuangan untuk mendapatkan perdamaian antara pihak terkait dapat diselesaikan sebelum atau di luar persidangan, dan itu bisa dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sulut.

“Pendekatan dan penyelesaian masalah lewat musyawarah yang lebih humanis atau mengembalikan keadan masing-masing pihak seperti semula, sangatlah diutamakan pada perkembangan hukum sekarang di Indonesia yang kian progresif,” tutup Tawas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here