Himato Unsrat Manado Komit Lestarikan Kebudayaan Minahasa di Kota Tomohon

0
833

Penulis: Josua Wajong

Tomohon –  Himpunan Mahasiswa Tomohon (Himato) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, komit lestarikan kebudayaan Minahasa di bawah kaki Gunung Lokon.

Sejumlah program konkrit pun mulai dirancang oleh kepengurusan baru Himato Unsarat Manado yang kini dinahkodai perempuan asal Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, Syalom Mokorimban.

“Dalam kepengurusan kami akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya. Salah satunya kami memiliki program kerja yaitu ‘Himato Visit,” ucapnya saat diwawancarai via Whatsapp, Selasa (23/3/2021).

“Itu merupakan kegiatan study tour yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya-budaya dan kearifan lokal dengan berziarah ke situs-situs cagar budaya yang ada di Minahasa, khususnya di kota Tomohon,” lanjut Syalom.

Ia menambahkan, ada program lain yang telah dipersiapkan seperti, akan mengembangkan seni-seni tradisi Minahasa yang melibatkan anggota Himato serta masyarakat.

“Juga akan mengembangkan minat dan bakat dari anggota Hima Tomohon Unsrat. Seperti akan adanya kelompok tarian maengket, kolintang, dan kawasaran. Serta juga akan mengadakan kegiatan yang dapat melibatkan semua elemen masyarakat. Seperti, drama kolosal yang berkaitan dengan kebudayaan yang ada di Minahasa, khususnya kota Tomohon,” jelasnya.

Diakuinya, Himato siap bantu pemerintah untuk mengembangkan kebudayaan Minahasa.

“Kami juga sebagai anggota Hima Tomohon Unsrat, akan terus membantu pemerintah dalam mempromosikan kebudayaan yang sudah ada,” tandas Syalom.

Diketahui, sebelumnya pengurus Himato Unsrat Manado demisoner sempat meminta kepemimpinan Syalom untuk mengangkat kebudayaan Minahasa. Pengurus baru diminta harus perhatikan kebudayaan Minahasa di kota Tomohon.

Hal itu sempat dikatakan Marcelino Rogi, Ketua Umum demisioner Himato Unsrat Manado, kepada media ini usai pelantikan pemimpin baru Himato di RBN Wale Mazani Tomohon, Sabtu (20/3/2021).

“Usai dilantiknya pemimpin yang baru Himato, saya minta lebih memperhatikan dan mengembangkan kebudayaan Minahasa. Khususnya di daerah kita tercinta, kota Tomohon,” ujar Rogi.

Menurutnya, hal itu harus dilakuan mengingat banyak masalah serius yang sering dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah di kota Tomohon, terkait di bidang kebudayaan.

“Situs cagar budaya yang merupakan simbol jati diri orang Minahasa, terjadi kerusakan di berbagai daerah. Apalagi di kota Tomohon,” ungkap Rogi.

“Selain itu banyak kebudayaan Minahasa yang sekarang dilupakan. Seperti kawasaran, kolintang, maengket, bahasa daerah, terutama nilai-nilai keminahasaan,” jelasnya.

Ia berharap, pemimpin yang baru di Himato bisa lebih memberi perhatian khusus terkait pengembangan kebudayaan Minahasa di kota Tomohon.

“Harapan saya, ke depan organisasi ini lebih aktif, progresif, dan inovatif. Yang tentunya berdampak positif pada masyarakat,” tandas Rogi

“Tunjukkan bahwa kita sebagai mahasiswa Tomohon adalah kaum intelektual yang menjadi representasi masyarakat kota Tomohon, yang tidak melupakan sejarah dan kebudayaan yang ada di kota Tomohon,” tutupnya. (Son)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here